headerphoto

| Beranda | Status | Peta Status | Galeri | Kontak | Komentar |

Selamat Datang di Website Sistem Informasi Manajemen Penanganan RTR KSN

 

Selayang Pandang Penyusunan RTR KSN

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, Kawasan Strategis Nasional (KSN) adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. Dalam hal pelaksanaan penataan ruang KSN, kewenangan Pemerintah mencakup:

1.       penetapan kawasan strategis nasional,

2.     perencanaan tata ruang kawasan strategis nasional,

3.     pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional, dan

4.     pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis nasional.

KSN yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) terdiri atas 76 KSN yang ditetapkan berdasarkan berbagai sudut kepentingan, yaitu :

1.       pertahanan dan keamanan,

2.     pertumbuhan ekonomi,

3.     sosial dan budaya,

4.     pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi, serta

5.     fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat membantu mewujudkan penyelesaian RTR KSN dalam bentuk perpres sehingga memiliki landasan hukum yang jelas dalam pemanfaatan dan pengendalian pemanfaatan ruang, dalam kaitannya dengan kebijakan penataan ruang KSN dalam RTRWN yang diantaranya adalah :

1.       Pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup untuk mempertahankan dan meningkatkan keseimbangan ekosistem, melestarikan keanekaragaman hayati, mempertahankan dan meningkatkan fungsi perlindungan kawasan, melestarikan keunikan bentang alam, dan melestarikan warisan budaya nasional;

2.     Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara;

3.     Pemanfaatan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;

4.     Pelestarian dan peningkatan sosial dan budaya bangsa; dan

5.     Pelestarian dan peningkatan nilai kawasan lindung yang ditetapkan sebagai warisan dunia, cagar biosfer, dan ramsar.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan lingkup wilayah seluruh KSN non perkotaan.